Bismillahirrahmanirrahim, Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

It`s me

Please take a look around maybe u`ll find something usefull in my blog . .or you just call this a trash , scroll up your mouse again and read "just read it or leave it"hehhehe.

Thank`s to my beloved

Maaf jika aku baru melihat Banyaknya luka di otak dan tubuhmu Tersayat oleh segala kekurangan dan ketidakberdayaanku Terhujam dan tertikam oleh tindak tanduk yang tiada berkenan Maaf jika aku tidak memperhatikan Berjuta keluh dan lenguh lelah yang kau teriakkan di kesunyian kala sendiri Sembunyi agar tiada dari anakmu terbangun karenanya di tengah malam Dan kembali ke dunia mimpi dengan ketidakberdayaan jiwa.

Dear my God Allah SWT and Muhammad SAW my idol

Thank`s for everything You give . . and for my best idol, i miss you,

LIFE MUST GO ON

Hidup trus berjalan . .hidup bukan merupakan proses pencarian jati diri atau penemuan, hidup merupakan penciptaan, mau jadi apa diri kita ? kita sendiri yang menentukan, dan segala konsekwensi telah dipersiapkan sedetail mungkin oleh-Nya terhadap setiap langkah yang kita ambil. I have a words from my friend, and now these word meaningfull for me . . "jika tak bisa ku bahagiakan dirimu dengan kata-kataku, akan kubahagiakan engkau dengan tulisanku"

Join The Community

Premium WordPress Themes

Jumat, 09 Maret 2012

DINDA

senyumnya serupa memang tak sama
terkadang menjalar ke sendi-sendi aorta
ato sekedar bergelayut di stalakmit di punggung goa
kau kini bermekar bak seroja kamboja

guratmu trkadang mengembang begitu saja
beribu tanya ttg mkna senyum mu dinda
msih kah kau peduli dinda dengan mereka
mereka yg padam baranya akan kegelisahan rasa
rasa dimana yg tak bermkna kasat mata

sejatinya mereka tak menawarkan harga
mereka hanya lenyap terbias oleh pisau jiwa
oleh belokan tajam pisau sukma mata mu dinda
kepada mereka yg lebih berbalutkan sejuta warna
dan menjanjikan cinta dalam arti rasa
tapi tidak apalah dinda . .
krna cinta mereka yg terbiaskan lebih dari sekecap rasa
yg tidak hanya singgah di panca indra

karena aku yakin disuatu waktu entah dimana
ketika senja trasa lebih lama,
dan gelapnya malam mulai menguliti logika
dsitulah sejatinya pintumu itu akan terbuka

dsaat itulah sayu akan matamu tertutup sendiri
mulai lah kau menggunakan Indra perasa tak kasat mata
melihat rasi bintang gemintang menyembul seketika
dsaat itulah logikamu lumpuh tak berarti
tetapi kau tetap mencoba melawan logika yg perlahan tk lg berarti
hingga akhirnya lumpuh, mati termakan sari pati

bukankah benar dinda kau hnya dapat mengamati
dan menunjuk dengan jari jemari lentikmu
rasi bntang yg bergelayut di kala horizon mredupkan
cahaya penuh arti selama ini. .
yaa dinda kau hnya akan melihat benda kecil terbuang,usang
tak berarti itu ketika malam mulai menggerogoti terangnya cakrawala
namun dinda bukannya aku tk mau mncoba berarti di depanmu
untuk saat ini cukuplah aku menjadi sang perasa dari palung hati. .
harapan yg tk pernah mati
yang hingga kini masih membuatku
bertahan sampai disini . .

__________________________________Always and Always_________________________________

Rabu, 24 Agustus 2011

Sukses / Gagal ? ? ? . . .

     banyak sekali manusia bangga dengan kesuksesanya, bahkan membuat beberapa buku tips & trik menjadi sukses. dan tentunya diiringi dengan laris nya buku tersebut karena si pembaca melihat track record sang penulisnya. tapi banyak juga orang yang bertindak bodoh karena menurutnya dia itu gagal/dianggap gagal, mulai dari hal kecil seperti stress, frustasi, depresi dan akhirnya bunuh diri. saya mempunyai pemikiran tersendiri atas keduanya.yang mungkin akan berbeda, aneh atau bahkan salah, tapi dalam prinsip hidup saya pemikiran seperti ini yang mendasari.

    katanya sukses itu adalah sebuah keadaan dimana sesuatu yang diinginkan seseorang manusia terwujud dalam dunia nyatanya, dan gagal itu kebalikan nya. biasanya keinginan itu timbul jauh2 hari sebelum seseorang tadi menentukan bahwa dia itu gagal atau sukses. seiring dengan itu, diantara hari2 yang dia lewati sebelum "hari penghakiman sukses atau gagal" banyak usaha yang dilakukan orang itu, dan biasanya dibarengi dengan rasa optimis yang sering disarankan oleh motivator (dan biasanya kebalikan nya pesimis semaksimal mungkin harus di hilangkan).

      kalo dalam pemikiran saya, sebenarnya sukses atau gagal itu tidak perlu ada, atau tidak terlalu penting. kenapa begitu? karena kita hanyalah manusia..... dan Tuhan itu ada.

yah manusia....
     kalau kita sadar kita manusia, rasa optimis itu sebenarnya sebuah kesombongan... keangkuhan kita yang tidak tau apa yang terjadi nanti, tapi "pura pura" tau bahwa yang terjadi nanti PASTI akan seperti yang kita inginkan/bayangkan. apakah ada diantara kita mengetahui apa yang akan terjadi dan belum terjadi?.


     kalau kita percaya tuhan itu ada, lalu kenapa kita kok berani berani nya mengambil alih peran NYA, menentukan apa yang terjadi besok HARUS seperti ini atau seperti itu.kalo seperti ini (sesuai dengan keinginan) kita bilang sukses, kalau gak dibilang gagal....saya hanya seorang manusia biasa yang untuk bisa hidup beberapa detik lagi saja saya tidak bisa menjamin, dan tidak ada orang lainpun yang bisa menjamin. memang manusia tidak lepas dari yang namanya keinginan, karena itu adalah bagian dari hawa nafsu. tapi itulah intinya, musuh utama yang ada dalam diri saya. yang akan menyebabkan kita terbelenggu dengan kata sukses atau gagal. yang bisa saya lakukan di dunia ini sebagai manusia hanya berusaha, berdo'a, dan menjalani apapun hasilnya dengan rasa ikhlas. lalu buat apa ada kata gagal/sukses dalam kamus saya.
karena saya manusia biasa...

        jangan menyombongkan diri dengan kesuksesan anda, karena hanya sekian persen hasil itu didapatkan dari usaha anda. kalau ada yang bilang kesuksesan itu 99% usaha anda,1% nya dari doa/tuhan (porsi anda lebih besar), menurutku saya itu salah. usaha itu hanya sepersekian persen saja dan porsi lebih besar berasal dari NYA. anda tidak lebih hebat dari NYA kan?

         lho... kalo gitu gak usah berusaha aja... toh porsi nya cuman sedikit..... salah 99,999% tidak sama dengan 100%/mutlak, jadi yang sedikit itu juga tetap perlu meskipun itu cuman sekian persen. jadi kalau yang porsi besar itu akhirnya berkata tidak, mau sekeras apapun anda berusaha untuk mendapatkan IYA, anda hanya akan dapat porsi sedikit untuk IYA. sebaliknya kalau yang 99,999% itu IYA, tapi anda tidak berusaha, keadaan IYA juga tidak mutlak didapatkan.

       jadi untuk yang merasa dirinya gagal, coba renungi kembali, kalau anda sudah merasa berusaha sekuat tenaga, tapi hasil yang diperoleh adalah tidak, mungkin kekuasaan nya yang mengatakan TIDAK, dan kita hanya sebagai manusia ciptaan NYA. tidak ada hak untuk melawan NYA.kalau masih merasa gagal, berarti kita juga sebenarnya terlalu SOMBONG, tapi tidak menyadarinya. kita bilang "seharusnya tidak seperti ini", bukan nya itu hal yang bodoh??? atas dasar apa kita mengklaim keadaan harus nya seperti itu bukan seperti ini????, toh kalau anda mau mengklaim apakah bisa??

begitulah pemikiran saya, ternyata merasa Sukses ataupun Gagal itu keduanya membuat kita sombong.lalu apa yang harus dilakukan?

lakukan sesuatu dengan Ikhlas.... itu kuncinya
kalau kita lakukan dengan itu, tidak ada namanya gagal, dan juga sukses.... tidak ada depresi, stress, kesombongan,selaku penulis pun saya belum bisa bahkan susah untuk menerapkannya, kehampaan.kegagalan dan kesuksesan adalah pandangan orang lain , lakukan yang terbaik dan ikhlas . .Insya Allah.
Wallahualam bishowab .

Senin, 20 Juni 2011

Belajar Mengasihi . .

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.”

Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu tampak ketakutan, air matanya mengalir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India/curd rice).

Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”.

Aku mengambil mangkok dan berkata, “Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah.”

Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya, dan berkata, “Boleh ayah akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta.”

Agak ragu sejenak “akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?” Aku menjawab, “Oh…pasti, sayang.”

Sindu tanya sekali lagi, “Betul nih ayah?”

“Ya pasti!” sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, janji kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata, “Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.”

Sindu menjawab, “Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang mahal kok.” Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hati aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.

Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap, dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/dibotakin pada hari Minggu.

Istriku spontan berkata, “Permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin.” Juga ibuku menggerutu jangan-jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV dan program TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk, “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak.” Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, “Tidak ada yah, tak ada keinginan lain,” kata Sindu. Aku coba memohon kepada Sindu, “Tolonglah…kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami.”

Sindu dengan menangis berkata, “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya. Kenapa ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apa pun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India zaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.”

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, “Janji kita harus ditepati.” Secara serentak istri dan ibuku berkata, “Apakah kamu sudah gila?” “Tidak,” jawabku, “Kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu, permintaanmu akan kami penuhi.”

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus.

Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak, “Sindu tolong tunggu saya.” Yang mengejutkanku ternyata, kepala anak laki-laki itu botak.

Aku berpikir mungkin”botak” model zaman sekarang. Tanpa memperkenalkan dirinya, seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, “Anak anda, Sindu benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya. Dia menderita kanker leukemia.” Wanita itu berhenti sejenak, nangis tersedu-sedu.

“Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemotherapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek/dihina oleh teman-teman sekelasnya. Nah Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”

Aku berdiri terpaku dan aku menangis, “Malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang kasih.”

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7467301

Rabu, 15 Juni 2011

Akhirnya embun itu . .

Dan akhirnya embun pagi itupun menetes dengan sendirinya , membasahi bumi yang sudah semenjak kemuning senja menampakkan diri di cakrawala barat, entah sudah berapa kali embun itu berkali-kali menetes membasahi bumi ini ditempat yang sama , bahkan di tempat yang jauh yang tak bisa dijangkau oleh kita, perlahan-lahan pula di sisi lain ditempat yang tak mungkin jauh dsetiap sudut bumi ini kerasnya batu mulai lapuk oleh gotong royong sang lumut, kerasnya batu perlahan-lahan berlubang oleh tetesan air hujan yang menetes ribuan jumlahnya berebut ingin segera membasahi alam ini , dan ketika matahari perlahan mulai menyembul dari kediamannya nun jauh disana, dengan tenang dan perlahan bak slow motion dia mulai memberikan kehangatan zamrud khatulistiwa, segera mengusap sedihnya alam yang menitikkan air mata embun pagi . .sedihnya alam berpisah dengan malam , dimana para manusia sudah menghentikan aktivitasnya yang mengesampingkan mereka, sedihnya alam berpisah dengan sang malam yang beratapkan langit dan bintang, sedihnya malam akan berpisahnya mereka dengan orang-orang pecinta malam yang menyempatkan dirinya sejenak mencoba mersakan menyatu dengan alam , entah itu melalui hembusan anginnya yang perlahan-lahan menusuk hangatnya tubuh dengan pisau dinginnya dari sang alam , maupun melalui suara alam yang bersenandung merdu melaui para musisi handalnya disetiap sudut bumi, sedihnya sang alam ketika pagi datang mereka sadar harus beradu dengan irama teriakan dan lantangnya orang berlomba-lomba dalam kemunafikan hidup dan bergumul dengan kejamnya sang orang yang berlomba-lomba mengernyitkan dahi mereka hanya untuk mendapatkan eksistensi lebih tinggi dbanding orang-orang, berlomba-lomba menarik pelatuk senapan yang sudah mereka todongkan ke mulut mereka sendiri berupa kecongkakan mereka serta mereka yang terbuai oleh mimpi dunia, mereka sungguh benar-benar rindu akan hadirnya sosok orang yang merindukan alam bermahkotakan malam yang terbangun dari tidur lelapnya. tetapi dengan sangat bijaksana sang rembulan seraya tidak meninggalkan sang alam dengan cepatnya , dengan perlahan dia menemani terhapusnya kesedihan sang alam dengan sedikit-demi sedikit menghilang hingga akhirnya rembulan sahabat bintang hilang ditelan teriknya mentari pada tengah hari . .

Dan rembulan itupun seraya lenyap diantara rimbunnya awan dan tanpa alam sadari rembulan tetap setia dan dengan rasa tulusnya dia tetap mengawasi sang alam . .walaupun alam sendiri tidak menyadari bahwa sang rembulan masih tetap melingkar di orbitnya yang indah yang jika malam tiba dia tidak segan memberikan cahanya yang sendu kepada alam . .melankolia alam akan terus bersenandung walaupun para pelacur kehidupan dan waktu terus berdatangan.

"Apa yang kita lihat,kita rasakan . .dan apa yang tidak kita lihat, tidak kita rasakan. tapi kadang-kadang apa yang kita lihat sebenarnya tidak ada, dan apa yang tidak kita lihat sebenarnya ada"

Manusia

Maka tidak berlebihan jika para filosof
menyebut manusia sebagai hayawanun nathiqun.
Binatang yang berbicara. Manusia itu binatang, hanya
saja ia bisa bicara. Bisa berkata-kata. Itulah definisi
manusia yang hanya mengutamakan nafsunya saja.
Nafsu jadi panglimanya. Nafsu jadi timbangannya. Dan
nafsu itu tidak hanya nafsu pada perempuan saja.
Termasuk juga nafsu pada kemewahan dunia. Al-Quran
menjuluki manusia yang seperti itu dengan kalimat:
'Mereka seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi.
Mereka itulah orang-orang yang lengah.'13 Orang-orang
yang dikendalikan oleh nafsunya adalah orang yang
lengah. Orang yang tidak memiliki rusyd, atau kesadaran
penuh. Orang seperti itu yang akan rugi di mana pun
dia berada. Ia akan mudah dicocok hidungnya oleh setan
untuk dijerumuskan ke dalam jurang kebinasaan dan
kenestapaan


Terus bagaimana cara mencintai lawan jenis yang
benar menurut Sampeyan?"
"Mencintai dengan timbangan fithrah dan bashirah.
Mencintai dengan kesucian dan mata hati. Fithrah dan
bashirah yang jadi timbangannya. Yaitu, jika kau
mencintai wanita bukan karena tertipu oleh kecantikan
paras wajahnya dan keelokan benruk tubuhnya. Bukan
karena tersihir oleh matanya yang berkilat-kilat indah
seperti bintang kejora. Bukan pula terpikat karena
bibirnya yang ranum segar seperti mawar merekah. Juga
bukan karena keindahan suaranya yang susah dilupakan.
Bukan karena hartanya yang melimpah ruah.
Bukan karena kehormatannya, yang kau akan jadi ikut
terhormat karena menikahinya. Jika bukan karena itu
semua kau mencintainya. Tapi kau mencintai dengan
memakai timbangan fitrahmu, dan matabatinmu. Kau
mencintai dia karena merasakan kesucian jiwanya dan
agamanya, dan mata batinmu condong karena kecantikan akhlak dan wataknya. Hatimu terpikat karena
harumnya kalimat-kalimat yang keluar dari lidahnya.
Saat itu kau telah mencintai lawan jenis dengan benar."


Habiburrahman El-Zhirazy

Jumat, 20 Mei 2011

GEDHE PANGRANGO . . Double summit

 

MANDALAWANGI-PANGRANGO (Soe Hok Gie)

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

"hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya "tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
'terimalah dan hadapilah

dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup







Lembah Mandalawangi (Soe Hok Gie's poem)

Aku tak tahu mengapa aku merasa agak melankoli malam ini
Aku melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas Jakarta dengan warna warna baru
Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan

semuanya terasa mesra, tapi kosong
Seolah-olah aku merasa diriku yang lepas
dan bayang-bayang yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan

Prasaan sayang yang amat kuat menguasaiku
Aku ingin memberikan suatu rasa cinta pada manusia




Akhirnya semuanya akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui


Kabut tipispun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta

Hari pun menjadi malam
Kulihat semuanya menjadi muram
Wajah wajah yang tak kita kenal berbicara dalam bahasa yang kita tidak mengerti
Seperti kabut pagi itu

---

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza

tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku
bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandalawangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danau
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biavra

tapi aku ingin mati disisimu manisku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

Tegaklah ke langit luas, atau awan yang mendung

Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan
Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua

Berbahagialah mereka yang mati muda

Makhluk kecil,
Kembalilah dari tiada ke tiada

Berbahagialah dalam ketiadaanmu






UNTUK PARA PENCARI TUHAN . .

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan,dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.

“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, apa yang terjadi di jalanan itu menunjukkan bahwa Tuhan itu tidak ada?
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, mengapa ada orang sakit??, mengapa ada anak terlantar?? Jika Tuhan ada, pastiah tidak akan ada orang sakit ataupun kesusahan.

Saya tidak dapat membayangkan bagaimana Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker- istilah jawa-nya”, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”

Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??”.
“Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”
“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”,

Si konsumen menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.
” Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.

“Cocok!” kata si konsumen menyetujui.” Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi… orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”